Prinsip Terapi Kesehatan
1.Perbanyak Minum Air Putih Untuk Metabolisme Tubuh yang Optimal
2. Istirahat Yang Cukup dan Hindari Stress
3.Kurangi lemak jenuh , hindari pula makannan tinggi Kolesterol, santan , gorengan apalagi yang digoreng terlalu kering dan juga makanan dengan bahan dasar krim
4.Perbanyak sayuran dan buah, namun hindari Durian, Nangka dan Alpukat
5. Olahraga Ringan
6. Kurangi makanan Instan, siap saji, Vetsin dan Makanan kalengan
7. Jangan terlalu banyak makan yang diasinkan dan diasap
Jangan Stres
Terapi paling penting yang wajib dijalani penderita jantung. “Jangan stres. Usakankan selalu bercanda dengan Teman,”
Banyak orang sering sulit mensyukuri hidupnya, sulit menerima keadaan termasuk sakit yang dideritanya, meski itu akibat kesalahan sendiri. Muncullah stres.
Padahal, begitu otak menerima sinyal bahwa kita sedang stres, perintah untuk meningkatkan sistem simpatetik berjalan.
Akibatnya,
- Hormon stres dan adrenalin meningkat.
- Lever melepaskan gula dan lemak dalam darah untuk menambah bahan bakar, pernapasan lalu menjadi cepat sehingga jumlah oksigen bertambah. Dengan sendirinya jantung bekerja makin kencang. Tekanan darah pun meningkat. Kondisi ini berbahaya bagi penderita jantung.
Stres memang menjadi salah satu faktor risiko munculnya penyakit jantung. Itu sebabnya bila stres dikelola dengan baik akan memperbaiki kerja jantung. Ini adalah terapi yang sederhana, tetapi sangat berarti demi memperpanjang harapan hidup penderita jantung.
“Tentu saja, aturan-aturan lain seperti mengatur makan, cukup beraktivitas dan istirahat, hindari konsumsi makanan berlemak tinggi, tidak merokok, dan lain-lain harus mengiringi semua terapi tersebut. Anda harus hidup disiplin kalau tidak mau cepat mati,”
Biar Tekanan Darah Turun, Meditasilah
Terapi alternatif semacam tusuk jarum, yoga, ramuan herbal dalam banyak kasus menunjukkan efek baik.
“Artinya penderita merasa segar, tidak sesak napas atau lemah. Tusuk jarum mampu memperkuat organ jantung, meskipun saya tidak tahu bagaimana hal itu bisa berlangsung,”
“Terapi mandi air hangat atau sauna, terutama bila sehabis sauna mengguyur badan dengan air dingin, sangat tidak mengizinkan sama sekali. Pembuluh darah bisa menyempit lagi. Bahaya!”
Salah satu terapi aman yang bisa dijalani yakni meditasi. Pemanfaatan meditasi untuk menangani faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner ,beberapa peneliti telah mencatat efektivitas meditasi terhadap masalah jantung, terutama yang terkait dengan hipertensi.
Peneliti terkemuka Dr. Herbert Benson dari Harvard Medical School mencatat bahwa meditasi yang teratur dapat menurunkan tekanan darah secara berarti pada banyak penderita hipertensi.
Meditasi menghasilkan kondisi rileks, keadaan yang berlawanan dengan respon fight or flight (kondisi ketika orang sedang mengalami stres tinggi).
Melakukan meditasi, konsumsi oksigen menurun menjadi 10-20 persen. Penurunan ini berawal pada 3 menit pertama meditasi. Menariknya, penurunan ini justru lebih besar dibanding ketika kita tidur, yang hanya mencapai kurang lebih 8 persen dan butuh waktu 4-5 jam. Jadi, lebih baik meditasi daripada tidur.
Meditasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup.

